Beranda / Regional Kalimantan / Fuad Fakhruddin Sosialisasikan Perda Ketenagakerjaan di Loa Bakung, Warga Antusias Ikuti Dialog Malam Hari

Fuad Fakhruddin Sosialisasikan Perda Ketenagakerjaan di Loa Bakung, Warga Antusias Ikuti Dialog Malam Hari

“Sosialisasi Malam Hari, Fuad Fakhruddin Serap Aspirasi Warga Soal Ketenagakerjaan”

Samarinda, KalimantanInsight.com — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Fraksi Partai Gerindra, H. Fuad Fakhruddin, S.Pd.I., MM, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) yang digelar pada Senin malam, 20 April 2026 pukul 20.00 WITA, di Jalan Pal Besi, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Kegiatan ini mengangkat Perda Nomor 13 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, yang dinilai relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini, khususnya terkait perlindungan tenaga kerja dan peluang kerja di daerah.

Pendekatan Malam Hari, Warga Lebih Partisipatif

Berbeda dari kegiatan formal siang hari, sosialisasi yang dilaksanakan pada malam hari ini justru menghadirkan suasana yang lebih cair dan partisipatif. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, bahkan aktif menyampaikan pertanyaan dan pengalaman langsung terkait dunia kerja.

Pendekatan ini dinilai efektif karena menyesuaikan waktu dengan aktivitas masyarakat, sehingga partisipasi menjadi lebih optimal.

Fuad Fakhruddin: Perda Harus Dipahami, Bukan Sekadar Diketahui

Dalam sambutannya, Fuad Fakhruddin menegaskan bahwa Perda tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal, melainkan harus dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Perda tentang ketenagakerjaan ini penting untuk melindungi hak pekerja sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Karena itu, masyarakat harus benar-benar memahami isi dan manfaatnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi implementasi kebijakan agar berjalan sesuai tujuan.

Peran Narasumber: Edukasi dan Realitas Lapangan

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ir. Addy Suyatno, S.Kom., M.Kom., Ph.D dan Ryan, dengan Ahmad Barzanie sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Addy Suyatno menjelaskan pentingnya keseimbangan antara regulasi dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Ia menilai bahwa kebijakan ketenagakerjaan harus adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk tantangan digitalisasi dan sektor informal.

Sementara itu, Ryan menyoroti realitas di lapangan, khususnya terkait masih adanya ketimpangan akses kerja dan perlindungan tenaga kerja di tingkat lokal.

Dialog Interaktif: Aspirasi Warga Menguat

Sesi tanya jawab menjadi bagian paling dinamis dalam kegiatan ini. Warga menyampaikan berbagai persoalan, antara lain:

  • Kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak
  • Minimnya pelatihan keterampilan
  • Perlindungan tenaga kerja informal
  • Harapan terhadap peran pemerintah daerah

Diskusi ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya ingin mengetahui Perda, tetapi juga berharap adanya implementasi nyata.

Dari Sosialisasi ke Implementasi

KalimantanInsight.com mencatat, sosialisasi Perda merupakan langkah awal yang penting, namun tantangan sesungguhnya terletak pada implementasi di lapangan.

Tanpa program turunan yang konkret dan pengawasan yang konsisten, Perda berpotensi menjadi sekadar regulasi administratif.

Mendekatkan Kebijakan dengan Masyarakat

Melalui kegiatan ini, H. Fuad Fakhruddin menunjukkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Sosialisasi tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga ruang dialog yang mempertemukan kebijakan dengan realitas di lapangan.

Perda ketenagakerjaan diharapkan dapat menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *