Beranda / Kabar Banua / Iduladha Penuh Makna di RT 45 Bumi Cahaya Bintang: Dari Penyembelihan Kurban Hingga Pelajaran Tentang Kepedulian Sosial

Iduladha Penuh Makna di RT 45 Bumi Cahaya Bintang: Dari Penyembelihan Kurban Hingga Pelajaran Tentang Kepedulian Sosial

Warga RT 45 RW 08 Sungai Besar Banjarbaru Selatan Kompak Gelar Pemotongan 2 Sapi, 2 Kambing dan 1 Domba, Perkuat Nilai Gotong Royong dan Edukasi Keagamaan

BANJARBARU, KalimantanInsight.com – Semangat kebersamaan dan nilai kepedulian sosial tampak begitu kuat dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban di RT 45 RW 08 Komplek Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi sosial dan pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Di bawah koordinasi Ketua RT 45, Bapak Ahmad, warga bersama-sama melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban secara tertib dan sesuai syariat Islam. Tahun ini, panitia menyembelih:

  • 2 ekor sapi,
  • 2 ekor kambing, dan
  • 1 ekor domba.
Baca Juga :  Sidang Perdana Gugatan Rp125 Miliar Bandara Syamsudin Noor Digelar: Mayoritas Tergugat Mangkir, Ahli Waris Eks Pejuang CTN Pertanyakan Keseriusan Negara

Sejak pagi hari, warga terlihat bergotong royong mempersiapkan lokasi penyembelihan, membantu proses pemotongan, pengulitan, pencacahan hingga pengemasan daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Yang menarik, kegiatan tersebut melibatkan hampir seluruh unsur masyarakat. Kaum pria bertugas dalam proses teknis penyembelihan dan pemotongan daging, sementara ibu-ibu membantu penimbangan, pengemasan, hingga pembagian daging kurban dengan penuh kebersamaan.

Anak-anak dan remaja pun turut menyaksikan proses tersebut sebagai bentuk pembelajaran langsung tentang makna Iduladha, pengorbanan, serta pentingnya berbagi kepada sesama.

Ketua RT 45, Ahmad, mengatakan bahwa kegiatan kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial antarwarga.

“Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi. Yang paling membahagiakan adalah melihat warga kompak bekerja bersama tanpa membedakan latar belakang,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejati Kaltim Tahan Dua Mantan Kadis Pertambangan Kukar, Tambang di Lahan Transmigrasi Diduga Rugikan Negara Ratusan Miliar

Ia juga menilai kegiatan seperti ini penting untuk menjaga budaya gotong royong di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin individualis.

Makna Kurban Bukan Sekadar Menyembelih Hewan

Dalam perspektif keagamaan, ibadah kurban memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat besar. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Pembagian daging kurban secara merata menjadi bentuk nyata dari semangat pemerataan dan kebersamaan. Warga yang menerima manfaat kurban pun merasakan kebahagiaan bersama pada momentum Hari Raya Iduladha.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai utama dari kurban bukan terletak pada banyaknya hewan yang disembelih, melainkan pada keikhlasan berbagi dan kepedulian terhadap sesama manusia.

Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Warga

Pelaksanaan kurban di lingkungan RT 45 RW 08 juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Di tengah kesibukan masing-masing, kegiatan bersama seperti ini menjadi momentum langka yang mampu menghadirkan rasa kekeluargaan dan persatuan.

Baca Juga :  Dugaan Jual Beli Kamar dan Peredaran Narkoba di Lapas Kalsel, Alarm Keras bagi Integritas Pemasyarakatan dan Penegakan Hukum

Suasana hangat terlihat ketika warga saling membantu, bercanda, dan bekerja sama selama proses pemotongan hingga distribusi daging berlangsung.

Warga berharap tradisi positif tersebut dapat terus dipertahankan setiap tahun sebagai bagian dari budaya sosial masyarakat Banjarbaru yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.

Momentum Iduladha di RT 45 Komplek Bumi Cahaya Bintang pun menjadi contoh bahwa semangat kebersamaan masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat.

“Kurban bukan hanya tentang daging yang dibagikan, tetapi tentang hati yang belajar untuk peduli.”

(Redaksi KalimantanInsight.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *