Samarinda, KalimantanInsight.com — Upaya memperkuat demokrasi dari tingkat akar rumput kembali diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-12 dengan mengangkat tema “Pasar dan Dunia Usaha”, yang digelar pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, pukul 19.30 WITA, bertempat di Jalan Kemuning RT 75, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan warga dari berbagai latar belakang, serta menghadirkan tokoh masyarakat H. Fuad Fakhruddin, S.Pd.I., MM., yang turut menyerap aspirasi warga dan menegaskan pentingnya demokrasi yang berpihak pada ekonomi rakyat. Acara ini juga menghadirkan narasumber Ir. Addy Suyatno dan Rachmad Hidayat, dengan Ahmad Barzanie sebagai moderator.
Demokrasi Harus Menyentuh Kehidupan Ekonomi Masyarakat
Dalam keterangannya di sela kegiatan, H. Fuad Fakhruddin, S.Pd.I., MM. menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh berhenti pada tataran prosedural semata, melainkan harus hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya melalui kebijakan ekonomi yang adil dan berpihak kepada pasar rakyat serta pelaku usaha kecil.
Menurutnya, pasar tradisional dan dunia usaha merupakan ruang penting bagi tumbuhnya nilai-nilai demokrasi, seperti keadilan, keterbukaan, dan kesetaraan kesempatan.
“Demokrasi akan kuat apabila ekonomi rakyat kuat. Pasar dan dunia usaha adalah denyut nadi kehidupan masyarakat, sehingga harus dilindungi dan diberdayakan,” ujar H. Fuad Fakhruddin.
Ia menilai, penguatan demokrasi daerah harus dibarengi dengan kebijakan yang memberikan ruang tumbuh bagi UMKM, pedagang pasar, dan pelaku usaha lokal agar tidak terpinggirkan oleh kepentingan modal besar.
Pasar sebagai Ruang Demokrasi Sosial
Sementara itu, narasumber Ir. Addy Suyatno menjelaskan bahwa pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang sosial tempat masyarakat berinteraksi secara egaliter. Di pasar, kata dia, nilai demokrasi dijalankan secara alami melalui proses tawar-menawar, kejujuran, dan keadilan.
“Pasar adalah miniatur demokrasi. Jika pasar dikelola dengan baik, transparan, dan adil, maka demokrasi lokal akan tumbuh dengan sehat,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi ekonomi dan perlindungan pasar rakyat.
Dunia Usaha dan Tanggung Jawab Sosial
Narasumber lainnya, Rachmad Hidayat, menyoroti peran dunia usaha dalam memperkuat demokrasi daerah. Menurutnya, dunia usaha tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mengedepankan tanggung jawab sosial dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
“Demokrasi ekonomi hanya bisa terwujud apabila dunia usaha tumbuh secara berkeadilan dan tidak menciptakan kesenjangan,” tegas Rachmad.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun iklim usaha yang sehat sekaligus demokratis.
Diskusi Interaktif dan Aspirasi Warga
Diskusi yang dipandu Ahmad Barzanie berlangsung dinamis dan partisipatif. Sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan pasar, perlindungan pedagang kecil, akses permodalan UMKM, serta harapan agar kebijakan daerah lebih berpihak pada ekonomi rakyat.
Moderator menegaskan bahwa forum penguatan demokrasi seperti ini merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan suara dan aspirasi secara langsung.
Antusiasme Warga dan Harapan Keberlanjutan
Pantauan KalimantanInsight.com menunjukkan antusiasme warga yang tinggi hingga acara berakhir. Kehadiran masyarakat yang didominasi pelaku ekonomi lokal dan warga sekitar mencerminkan besarnya kebutuhan akan ruang dialog publik yang membahas demokrasi secara substantif dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-12 ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi penguatan demokrasi lokal yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, khususnya di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang.
